https://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/issue/feed Masyarakat Mandiri dan Berdaya 2026-08-16T14:49:11+00:00 Sutomo masyarakatmandiridanberdaya@gmail.com Open Journal Systems <p>Publikasi ilmiah hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan yang dilakukan oleh civitas akademika sebagai bagian dari pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi</p> https://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/article/view/550 PENINGKATAN PERILAKU HAND HYGIENE ENAM LANGKAH UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DI FASILITAS KESEHATAN 2026-07-24T10:40:32+00:00 Nawra Fazila nawra.fazila2005@gmail.com Niswatul Inayah 2310711035@mahasiswa.upnvj.ac.id Syahda Fhauliah Putri 2310711037@mahasiswa.upnvj.ac.id Anabela Sidik 2310711041@mahasiswa.upnvj.ac.id Difa Razki 2310711054@mahasiswa.upnvj.ac.id Nazwa Auliya Chaerunnisa 2310711057@mahasiswa.upnvj.ac.id <p>Healthcare Associated Infections (HAIs) masih menjadi masalah serius yang perlu ditangani segera dengan rendahnya tingkat kepatuhan mencuci tangan. World Health Organization (WHO, 2023) melaporkan bahwa kepatuhan terhadap kebersihan tangan masih rendah, dengan rata-rata hanya sekitar 40% di seluruh dunia, bahkan dapat serendah 2% di negara berpenghasilan rendah. Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan angka kejadian sebesar 15,74%, sedangkan survei di 10 Rumah Sakit Umum Pendidikan melaporkan rata-rata 9,8%. Intervensi berupa penyuluhan atau pelatihan kebersihan tangan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan baik pada pasien maupun petugas kesehatan. Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Cegah Penyakit Menular dan Infeksi dengan Mencuci Tangan Enam Langkah” dilaksanakan sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat serta tenaga kesehatan dalam menerapkan praktik hand hygiene secara benar di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai dengan koordinasi Puskesmas Cinere dan dilaksanakan melalui ceramah serta demonstrasi enam langkah cuci tangan WHO menggunakan leaflet. Sebanyak 30 peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan kepuasan mereka terhadap kegiatan. Peserta PKM didominasi usia 25–69 tahun dan perempuan, dengan mayoritas berpendidikan SD (66,7%). Pengetahuan sebelum kegiatan didominasi kategori kurang (93,3%) dan meningkat signifikan setelah PKM menjadi 83,3% kategori baik. Kesimpulan penelitian ini yaitu mengenai peningkatan perilaku hand hygiene enam langkah di Puskesmas Cinere berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan, yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya mencuci tangan dalam pencegahan penyakit menular. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta dari kategori kurang menjadi baik setelah dilakukan edukasi dan demonstrasi</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Masyarakat Mandiri dan Berdaya https://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/article/view/757 EDUKASI DIGITAL PARENTING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PENDAMPINGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA ANAK 2026-07-25T07:44:15+00:00 Rochmanita Sandya Afindaningrum sandyafinda@gmail.com Kunawati Tungga Dewi kunawati@gmail.com Novi MS Paramitasari novims@gmail.com Ika Ayu Pumasari ikaayupumsari@gmail.com <p>Penggunaan smartphone pada anak yang semakin meningkat tanpa pendampingan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, sementara pengetahuan orang tua mengenai digital parenting terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua tentang digital parenting dalam mendampingi penggunaan smartphone pada anak secara aman dan sesuai tahap perkembangan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Soco, Kabupaten Magetan dengan sasaran 32 ibu PKK yang memiliki anak usia dini hingga usia sekolah. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan melalui penyuluhan, diskusi, dan leaflet. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan postest untuk mengukur&nbsp; pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya peserta berkategori pengetahuan baik dari 25% sebelum intervensi menjadi 84,4% setelah intervensi, serta menurunnya kategori pengetahuan kurang dari 28,1% menjadi 6,3%. Penyuluhan yang dipadukan dengan diskusi dan media leaflet membantu peserta memahami digital parenting, pengaturan screen time sesuai usia, pemilihan konten yang tepat, serta strategi pendampingan penggunaan media digital. Kegiatan edukasi digital parenting ini meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mendampingi penggunaan smartphone pada anak. Disarankan adanya kegiatan edukasi lanjutan dan pendampingan berkala untuk mengevaluasi penerapan digital parenting dalam kehidupan sehari-hari serta mendorong perubahan perilaku orang tua dalam mengelola penggunaan media digital pada anak</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Masyarakat Mandiri dan Berdaya https://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/article/view/768 SEHATI (SOSIALISASI EDUKASI HIPOGLIKEMI TERINTEGRASI): PELATIHAN DETEKSI DINI EPISODE HIPOGLIKEMI BERDASARKAN LAMA SAKIT BAGI PASIEN DIABETES MELITUS DAN KELUARGA 2026-07-29T10:32:05+00:00 Ida Agustiningsih idaagustiningsih@gmail.com Yulianto Yulianto yulisiip@gmail.com <p>Episode hipoglikemia merupakan komplikasi akut yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus, namun kemampuan deteksi dini oleh pasien dan keluarga masih sangat terbatas, terutama pada mereka dengan durasi sakit yang panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini episode hipoglikemia berdasarkan lama sakit pada pasien diabetes melitus dan keluarga melalui edukasi dan pelatihan terstruktur. Kegiatan dilaksanakan di Desa Jabon pada bulan Maret 2026 dengan sasaran 19 peserta yang terdiri dari pasien diabetes melitus dan anggota keluarga. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan melalui ceramah interaktif berbantuan media presentasi visual, demonstrasi prosedur pemeriksaan gula darah mandiri, praktik langsung, serta simulasi kasus yang disesuaikan dengan tiga kategori lama sakit yaitu kurang dari lima tahun, lima hingga sepuluh tahun, dan lebih dari sepuluh tahun. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mendeteksi dini episode hipoglikemia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya peserta berkategori kemampuan baik dari 10,5 persen sebelum intervensi menjadi 63,1 persen setelah intervensi, serta menurunnya kategori kemampuan kurang dari 63,2 persen menjadi 5,3 persen. Kegiatan edukasi dan pelatihan deteksi dini episode hipoglikemia ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas pasien dan keluarga dalam mengenali gejala hipoglikemia sesuai durasi sakit, melakukan pemeriksaan gula darah mandiri, serta menentukan tindakan penanganan awal yang tepat. Disarankan adanya program pendampingan lanjutan secara individual bagi peserta yang masih berada pada kategori kurang serta pengembangan kegiatan serupa secara berkelanjutan di wilayah kerja Puskesmas Mojoanyar untuk menekan angka kejadian hipoglikemia berat di masyarakat.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Masyarakat Mandiri dan Berdaya https://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/article/view/771 PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEKERJA AKTIF DALAM PENANGANAN MANDIRI LOW BACK PAIN MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN FISIK 2026-08-15T02:21:27+00:00 Indrawati Indrawati indrawatiindah85@gmail.com Iil Dwi Lactona iildwilactona@gmail.com Nasrul Hadi Purwanto purwantoraza@gmail.com <p>Low back pain merupakan gangguan muskuloskeletal yang paling sering dikeluhkan oleh pekerja aktif dan menjadi penyebab utama disabilitas di berbagai negara, namun tingkat pengetahuan dan keterampilan pekerja dalam penanganan mandiri kondisi ini masih tergolong rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja aktif dalam penanganan mandiri low back pain melalui edukasi dan pelatihan fisik. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Perumahan Lawang Asri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto pada bulan Maret 2026 dengan sasaran 17 orang pekerja aktif dari berbagai sektor. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan melalui ceramah interaktif berbantuan media presentasi visual, demonstrasi gerakan latihan fisik, praktik langsung, serta simulasi kasus yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan masing masing peserta. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan serta lembar observasi untuk menilai keterampilan peserta dalam penanganan mandiri low back pain. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang bermakna pada kedua aspek, di mana pengetahuan kurang menurun dari 70,6 persen menjadi 17,6 persen dan pengetahuan baik meningkat dari 0,0 persen menjadi 29,4 persen, sementara pada aspek keterampilan terjadi penurunan kategori kurang terampil dari 76,5 persen menjadi 35,3 persen serta munculnya peserta pada kategori terampil dan sangat terampil yang sebelumnya tidak ada. Kegiatan edukasi dan pelatihan fisik ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas pekerja aktif dalam mengenali faktor risiko low back pain, melakukan latihan fisik secara mandiri, serta menerapkan teknik ergonomis dalam aktivitas kerja sehari hari. Disarankan adanya program pendampingan lanjutan secara berkala bagi peserta serta pengembangan kegiatan serupa di wilayah kerja Puskesmas Puri untuk menekan angka keluhan low back pain dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja di masyarakat</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Masyarakat Mandiri dan Berdaya https://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/article/view/773 PERMAINAN MOTORIK HALUS : KREASI BUNGA KARDUS SEBAGAI UPAYA PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI 2026-08-16T14:49:11+00:00 Yusriana Yusriana yusrianayusriana85@gmail.com Nurleny Nurleny nurleny@gmail.com Dhea Julianda Yesri dheajulianda@gmail.com Fitratul Husna fitratulhusna@gmail.com <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi hipertensi pada lanjut usia, baik secara nasional sebesar 63,2 persen maupun di Provinsi Sumatera Barat, dengan data Dinas Kesehatan Kota Padang yang menunjukkan peningkatan kunjungan pasien hipertensi dari 93.684 pada tahun 2023 menjadi 100.748 pada tahun 2024. Berdasarkan survei awal di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin pada tanggal 14 Februari 2026, dari 14 orang lansia terdapat 10 orang yang menderita hipertensi dan belum pernah mendapatkan terapi kreasi bunga kardus sebagai upaya penurunan tekanan darah. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari pada tanggal 20 hingga 25 Februari 2026 terhadap 12 orang lansia dengan metode pemberian edukasi tentang permainan motorik halus kreasi bunga kardus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna, di mana proporsi lansia dengan pengetahuan kurang baik menurun dari 66,7 persen sebelum edukasi menjadi hanya 16,7 persen setelah edukasi, atau setara dengan peningkatan pengetahuan baik dari 33,3 persen menjadi 83,3 persen. Aktivitas kreatif ini melibatkan gerakan menggenggam, memotong, menempel, dan menyusun yang tidak hanya melatih koordinasi motorik halus, tetapi juga memberikan efek relaksasi, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan suasana hati, mempererat interaksi sosial, serta menekan aktivitas sistem saraf simpatis sehingga denyut jantung dan tahanan pembuluh darah menurun dan berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Masyarakat Mandiri dan Berdaya