https://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/PIPK/issue/feedPengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan2026-10-09T11:41:36+00:00Sutomosutomo.ners@gmail.comOpen Journal Systems<p>Publikasi ilmiah hasil pelaksanaan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika dalam bidang Kesehatan (keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, farmasi dan lain-lain) guna peningkatan kualitas hidup pasien, masyarakat dan sekaligus pendidikan kesehatan kepada masyarakat </p>https://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/PIPK/article/view/772EVALUASI KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK Z DI DAERAH JAWA TIMUR BERDASARKAN PETUNJUK TEKNIS STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK2026-08-15T22:23:05+00:00Neyla Nour Faudahneylanour101@gmail.comPutri Rovita Sariputrirovitasari@gmail.comSylvia Puspitasylviapuspita@gmail.com<p>Apotek berperan sebagai fasilitas pelayanan kefarmasian yang dikelola secara profesional dan akuntabel oleh apoteker serta tenaga vokasi kefarmasian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Tahun 2019, ruang lingkup pelayanan mencakup seluruh tahapan pengelolaan sediaan farmasi, meliputi perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan, serta pengendalian dan administrasi. Di antara tahapan tersebut, penyimpanan memiliki peranan strategis karena bertujuan untuk memelihara mutu sediaan, mencegah penyalahgunaan, menjamin ketersediaan stok, serta memudahkan proses pencarian dan pengawasan. Apabila praktik penyimpanan tidak dilakukan dengan benar, maka dapat timbul berbagai dampak negatif seperti penurunan efektivitas obat, percepatan kerusakan sediaan, kekeliruan dalam pengambilan obat, serta kesulitan dalam mengelola persediaan yang mendekati atau telah melampaui masa kedaluwarsa. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian prosedur penyimpanan obat yang diterapkan di Apotek Z yang berlokasi di Jawa Timur dengan mengacu pada Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Tahun 2019 sebagai tolok ukur penilaian. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan secara langsung di lokasi apotek, dimana pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan dokumentasi terhadap seluruh aspek penyimpanan yang diamati sesuai dengan indikator indikator yang telah ditetapkan dalam standar. Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian penyimpanan obat di Apotek Z mencapai persentase 50 persen, yang jika diklasifikasikan berdasarkan kriteria penilaian yang berlaku termasuk dalam kategori cukup baik, sehingga masih diperlukan upaya perbaikan pada berbagai aspek untuk mencapai kepatuhan yang optimal terhadap standar pelayanan kefarmasian</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatanhttps://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/PIPK/article/view/740EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUKU KIA DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN2026-10-09T11:41:36+00:00Nurendah Tri Handayaniendahnya.neth@gmail.comYuni Gunarsihyuni.g@poltekkes-surabaya.ac.idTeta Puji Rahayutetapujirahayu@gmail.com<p>Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan maternal. Salah satu penyebab tingginya AKI adalah keterlambatan deteksi tanda bahaya kehamilan akibat rendahnya pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kesehatan kehamilan. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan menggunakan media edukasi seperti Buku KIA dan leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan Buku KIA dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Rejomulyo. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 32 ibu hamil trimester I–III yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Buku KIA dan kelompok leaflet, masing-masing sebanyak 16 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian edukasi menggunakan leaflet mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil secara signifikan, sedangkan penggunaan Buku KIA belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Hasil uji Mann-Whitney juga menunjukkan adanya perbedaan efektivitas antara kedua media edukasi, dimana leaflet lebih efektif dibandingkan Buku KIA dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan. Leaflet dinilai lebih mudah dipahami karena informasi disajikan secara singkat, jelas, dan menarik. Tenaga kesehatan disarankan memanfaatkan leaflet sebagai media edukasi dalam pelayanan antenatal guna meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan</p>2026-08-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan