Masyarakat Mandiri dan Berdaya http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm <p>Publikasi ilmiah hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan yang dilakukan oleh civitas akademika sebagai bagian dari pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi</p> LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto en-US Masyarakat Mandiri dan Berdaya 2961-8568 TRANSFER IPTEKS PENCEGAHAN KESALAHAN PENGOBATAN DI RUMAH TANGGA (TEPAT PASIEN, TEPAT WAKTU, TEPAT OBAT, TEPAT CARA, TEPAT DOKUMENTASI, DAN TEPAT DOSIS) http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/article/view/625 <p>Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya risiko kesalahan pengobatan di tingkat rumah tangga yang berpotensi menyebabkan kegagalan terapi, resistensi obat, dan peningkatan morbiditas. Fenomena ini kerap terjadi akibat kurangnya pemahaman komprehensif masyarakat mengenai prinsip dasar pengelolaan obat yang aman. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam menerapkan prinsip&nbsp;6T Ketepatan Pengobatan tepat pasien, waktu, obat, cara, dokumentasi, dan dosis sebagai upaya preventif menekan insiden&nbsp;medication error&nbsp;di lingkungan domestik. Pelaksanaan kegiatan menggunakan&nbsp;metode kombinasi partisipatif&nbsp;yang meliputi ceramah interaktif, demonstrasi alat bantu, simulasi&nbsp;role-play&nbsp;berdasarkan skenario nyata, serta diskusi kelompok terpimpin. Kegiatan ini melibatkan 42 peserta dan dilaksanakan di Poli Rumah Sakit Dian Husada Mojokerto pada bulan Juli 2025, dengan fokus pada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi sederhana yang langsung dapat diaplikasikan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan capaian yang positif dan signifikan. Berdasarkan post-test, terjadi&nbsp;peningkatan pengetahuan peserta secara menyeluruh, ditandai dengan hilangnya kategori pengetahuan&nbsp;kurang&nbsp;dan munculnya kategori pengetahuan&nbsp;baik&nbsp;pada sebagian peserta. Secara lebih rinci, sebanyak 6 peserta (14,3%) mencapai tingkat pengetahuan&nbsp;baik, sementara 36 peserta (85,7%) berada pada tingkat pengetahuan cukup. Selain peningkatan kognitif, peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi praktik dan telah dibekali dengan&nbsp;alat bantu konkret&nbsp;seperti kartu ceklis pengobatan, leaflet edukasi, serta akses ke grup pendampingan daring untuk konsultasi berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi kesehatan peserta tetapi juga telah meletakkan fondasi untuk perubahan perilaku yang lebih aman dalam pengelolaan terapi mandiri, sejalan dengan tujuan membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga keselamatan pengobatan di rumah tangga</p> Darsini Darsini Indrawati Indrawati Copyright (c) 2025 Masyarakat Mandiri dan Berdaya 2025-12-31 2025-12-31 4 6 260 270 10.56586/mbm.v4i4.625 PENDAMPINGAN IBU MENYUSUI (BREASTFEEDING COACH) UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DAN MENURUNKAN RISIKO PNEUMONIA PADA BALITA http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/article/view/626 <p>Tingginya angka kesakitan dan kematian balita akibat pneumonia di Indonesia masih menjadi perhatian serius, di mana rendahnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan faktor risiko utama. Meski data nasional menunjukkan capaian 70,7%, tantangan di tingkat komunitas seperti pengetahuan yang minim dan praktik menyusui yang tidak optimal masih menghambat pencegahan efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tambakagung, Kabupaten Mojokerto, untuk menjawab permasalahan tersebut melalui intervensi yang terintegrasi antara peningkatan kemampuan menyusui dan literasi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktik menyusui dan pengetahuan ibu tentang pencegahan pneumonia pada balita melalui pendekatan pendampingan intensif. Capaian yang diharapkan adalah transformasi signifikan pada kedua aspek tersebut, sehingga berkontribusi pada keberhasilan ASI eksklusif dan penurunan risiko pneumonia. Menggunakan desain intervensi partisipatif dengan 18 ibu menyusui sebagai peserta selama September 2025. Metode utama mencakup&nbsp;edukasi interaktif&nbsp;melalui workshop dan&nbsp;pendampingan personal (breastfeeding coach)&nbsp;berupa kunjungan rumah mingguan dan dukungan grup WhatsApp. Evaluasi dilakukan dengan observasi langsung menggunakan&nbsp;checklist&nbsp;dan tes pengetahuan (pre-test post-test) untuk mengukur peningkatan kemampuan dan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan yang dramatis. Kemampuan praktik menyusui mengalami transformasi dari dominasi kategori&nbsp;kurang (66,7%)&nbsp;menjadi dominasi kategori&nbsp;baik (77,8%). Secara paralel, pengetahuan tentang pneumonia mengalami peningkatan dimana kategori&nbsp;kurang (77,8%)&nbsp;hilang dan kategori&nbsp;baik&nbsp;melonjak dari&nbsp;5,5% menjadi 72,2%. Data ini membuktikan efektivitas model intervensi yang diterapkan. Keberhasilan kegiatan mengonfirmasi bahwa pendekatan edukasi yang dikombinasikan dengan coaching intensif efektif membangun&nbsp;self-efficacy&nbsp;dan pengetahuan ibu. Teori&nbsp;Social Cognitive Theory&nbsp;dan&nbsp;Health Belief Model&nbsp;menjelaskan mekanisme perubahan melalui penguasaan pengalaman, dukungan sosial, dan peningkatan persepsi risiko. Untuk keberlanjutan, model ini perlu diintegrasikan ke dalam sistem layanan kesehatan primer dan program pemberdayaan komunitas, sehingga dapat direplikasi sebagai strategi berbasis bukti dalam upaya nasional menurunkan morbiditas dan mortalitas balita</p> Iis Suwanti Eko Agus Cahyono Copyright (c) 2025 Masyarakat Mandiri dan Berdaya 2025-12-31 2025-12-31 4 6 271 282 10.56586/mbm.v4i6.626 SKRINING GULA DARAH, KOLESTEROL DAN ASAM URAT SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/article/view/621 <p><strong>Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus dan penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas baik secara global maupun nasional. Salah satu tantangan utama pengendalian PTM adalah rendahnya deteksi dini faktor risiko metabolik, khususnya peningkatan kadar gula darah dan kolesterol. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan masyarakat melalui skrining gula darah dan kolesterol yang disertai edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Oktober 2025 di Skadik 202 Lanud Sulaiman melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan melibatkan dosen dan mahasiswa keperawatan Universitas ARS. Metode pelaksanaan meliputi edukasi pra-skrining, pemeriksaan gula darah dan kolesterol menggunakan alat tes cepat, konseling hasil pemeriksaan, serta pemberian rekomendasi tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi serta peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko PTM dan pentingnya deteksi dini. Kolaborasi dengan TNI mendukung keteraturan dan efektivitas pelaksanaan kegiatan, sehingga skrining dan edukasi kesehatan dapat berjalan optimal. Kegiatan ini menegaskan bahwa skrining kesehatan berbasis komunitas yang terintegrasi dengan edukasi dan kolaborasi lintas sektor merupakan strategi promotif–preventif yang efektif dalam mendukung pengendalian PTM</strong></p> Saparingga Dasti Putri Maidartati Maidartati Mery Tania Copyright (c) 2025 Masyarakat Mandiri dan Berdaya 2025-12-31 2025-12-31 4 6 283 296 10.56586/mbm.v4i6.621 PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGENDALIAN FAKTOR LINGKUNGAN PENYEBAB STUNTING http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/article/view/639 <p>Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi kesehatan lingkungan yang kurang baik, seperti sanitasi dasar, kualitas air bersih, dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kader posyandu memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan stunting, namun pengetahuan dan keterampilan kader terkait pengendalian faktor lingkungan masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader posyandu dalam pengendalian faktor lingkungan penyebab stunting melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan dan stunting, pelatihan kader mengenai identifikasi faktor risiko lingkungan, demonstrasi praktik sanitasi dasar yang baik, serta pendampingan kader dalam melakukan edukasi kepada ibu balita. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi kader selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu mengenai hubungan kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting, serta meningkatnya kemampuan kader dalam menyampaikan edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat. Kader juga menjadi lebih aktif dalam memantau kondisi sanitasi rumah tangga balita dan memberikan saran perbaikan sederhana yang dapat diterapkan oleh keluarga. Pembahasan menunjukkan bahwa pemberdayaan kader posyandu efektif sebagai pendekatan berbasis masyarakat dalam pengendalian faktor lingkungan penyebab stunting. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan kader posyandu mampu meningkatkan peran kader dalam upaya pencegahan stunting melalui pengendalian faktor kesehatan lingkungan. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor untuk memperkuat dampak terhadap penurunan angka stunting di masyarakat</p> Ika Sutra Perwirahayu Aji Saputri Vivi Rosalina Sylvia Puspita Neyla Nour Fuadah Copyright (c) 2025 Masyarakat Mandiri dan Berdaya 2025-12-31 2025-12-31 4 6 297 308 10.56586/mbm.v4i6.639 KOLABORASI PEMANFAATAN BAHAN ALAM INDONESIA–MALAYSIA DALAM EDUKASI DAN INOVASI PRODUK FARMASI BERBASIS OBAT TRADISIONAL http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/mbm/article/view/640 <p>Indonesia dan Malaysia memiliki kekayaan bahan alam yang berpotensi besar sebagai sumber bahan baku obat tradisional. Namun, pemanfaatannya di masyarakat masih didominasi pendekatan empiris tanpa dukungan edukasi kefarmasian terkait mutu, keamanan, dan efektivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia–Malaysia melalui edukasi dan inovasi produk farmasi berbasis obat tradisional. Metode yang digunakan meliputi edukasi daring melalui Zoom, diskusi interaktif, serta demonstrasi virtual pengolahan bahan alam menjadi sediaan obat tradisional sederhana. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, pelaku UMKM herbal, dan mahasiswa farmasi di Indonesia dan Malaysia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai identifikasi bahan alam, proses pengolahan yang benar, serta aspek keamanan dan regulasi obat tradisional. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi lintas negara dan mendukung pemanfaatan bahan alam secara aman, bermutu, berkhasiat, dan berkelanjutan</p> Rina Nurmaulawati Trisiyana Sholika Sari Putri Rovita Sari Kuncoro Natawaskita Nurhidayati Harun Enti Hariadha Copyright (c) 2025 Masyarakat Mandiri dan Berdaya 2025-12-31 2025-12-31 4 6 309 322 10.56586/mbm.v4i6.640