Jurnal Keperawatan
http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/jk
<p>Publikasi Ilmiah hasil penelitian civitas akademika dalam bidang keperawatan</p>LPPM Akper Dian Husada Mojokertoen-USJurnal Keperawatan1979-7796PERANCANGAN DESAIN PROTOTYPE ANATOMI TULANG MANUSIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI STIKES BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN
http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/jk/article/view/633
<p>Kemajuan teknologi digital telah mendorong inovasi dalam media pembelajaran khususnya di bidang pendidikan kesehatan. Anatomi tulang yaitu ilmu yang mempelajari struktur dan susunan tulang penyusun tubuh manusia merupakan materi penting yang memerlukan visualisasi yang jelas dan interaktif. Pembelajaran masih didominasi oleh media konvensional yang kurang menarik sehingga belum optimal dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain prototype aplikasi anatomi tulang sebagai media pembelajaran interaktif di STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Metode yang digunakan adalah Design Thinking dengan lima tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Tahap empathize dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi untuk mengidentifikasi permasalahan utama yaitu minimnya media visual yang interaktif. Tahap define merumuskan kebutuhan mahasiswa terhadap antarmuka yang menarik, mudah digunakan, dan mendukung pemahaman visual. Tahap ideate menghasilkan wireframe sebagai rancangan awal aplikasi. Prototype terdiri dari lima tampilan utama yaitu start screen, main page, full body, part body, dan quiz dengan desain visual bersih menggunakan warna hijau dan kuning serta tipografi dekoratif. Visualisasi dibuat dalam bentuk mockup menggunakan tools Figma. Test menunjukkan bahwa desain user interface (UI) di nilai fungsional dan mudah digunakan. Kesimpulan, desain UI dan prototype ini sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk mempertimbangkan lagi kebutuhan jangka panjang pengguna serta mengembangkan aplikasi mobile secara utuh yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan</p>Al Wafi Rahmpautri ArdianingrumAming Setyana Susena PutraIsna Bayin IgayantiEva Rusdianah
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan
2026-01-222026-01-22191012510.56586/jk.v19i1.633GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN BULLYING PADA SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 11 KESIMAN
http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/jk/article/view/634
<p>Bullying merupakan perilaku agresif yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan fisik maupun psikologis anak. Pengetahuan siswa mengenai bullying menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang bullying pada siswa SD Negeri 11 Kesiman. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Melibatkan 54 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan bullying yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (46,3%), pengetahuan cukup (14,8%), dan pengetahuan kurang (38,9%). Meskipun sebagian besar siswa telah memiliki pengetahuan yang baik, masih ditemukan kesalahpahaman terkait perbedaan bullying fisik dan nonfisik serta dampak jangka panjangnya. Variasi pengetahuan ini dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan akses informasi. Siswa perempuan cenderung memiliki pemahaman lebih baik mengenai bullying psikologis, sedangkan siswa yang lebih tua menunjukkan penguasaan materi yang lebih baik. Secara keseluruhan, pengetahuan siswa tentang bullying tergolong cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan terutama terkait jenis bullying dan dampak jangka panjangnya. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Bullying, Anak Sekolah Dasar</p>Ni Kadek Sri Wahyuni AntariM. Adreng PamungkasTheresia Anita Pramesti
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan
2026-01-222026-01-22191263610.56586/jk.v19i1.634GAMBARAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI 8 DENPASAR
http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/jk/article/view/642
<p>Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang cepat dan kompleks, sehingga dapat memengaruhi kestabilan emosi serta meningkatkan kerentanan remaja terhadap gangguan kesehatan mental. Kesehatan mental yang baik berperan penting dalam pembentukan karakter, pencapaian prestasi belajar, kemampuan mengelola stres, serta kualitas interaksi sosial, sehingga pemantauan kondisi kesehatan mental remaja menjadi aspek penting dalam upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan mental pada remaja kelas XI di salah satu sekolah menengah atas dengan jumlah peserta didik yang cukup besar. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 208 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Mental <em>Health Inventory</em> (MHI-38) yang menilai berbagai aspek kesehatan mental seperti kesejahteraan psikologis, kecemasan, depresi dan kontrol emosi. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kesehatan mental dengan kategori Baik (43,3%), diikuti kategori Kurang Baik (32,2%) dan kategori Sangat Baik (24,5%). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas remaja berada pada kondisi kesehatan mental yang baik, meskipun masih terdapat sebagian responden dengan kondisi kesehatan mental kurang baik yang berpotensi membutuhkan perhatian serta dukungan psikologis lebih lanjut. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja tergolong baik, namun tetap diperlukan upaya berkelanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi tersebut melalui peran sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong><strong>Kesehatan mental,</strong> <strong>Psikologis,Remaja</strong></p>I Gusti Ayu Eka Trisna DeviAnak Agung Sri SanjiwaniDewa Putu Arwidiana
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan
2026-01-312026-01-31191374910.56586/jk.v19i1.642HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA
http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/jk/article/view/648
<p>Kualitas tidur buruk pada remaja adalah faktor penggunaan media sosial dan aktivitas fisik yang berlebihan sehingga menyebabkan pola tidur pada remaja menjadi tidak teratur dan memburuk, jadi solusinya adalah mencari hubungan penggunaan media sosial dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif, jenis penelitian survei dengan metode pengambilan sample cross sectional study yang bersifat kausal. Teknik sampling penelitian ini adalah Propotional Random Sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 99 siswa. Analisa data penelitian ini menggunakan uji bivariat dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur, hubungan penggunaan media sosial dengan aktivitas fisik, hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur di SMA Negeri 1 Pilangkenceng Kabupaten Madiun, dengan menggunakan uji chi-square, uji ini dipilih karena data yang diperoleh adalah jenis data nominal, sehingga dapat digunakan untuk menganalisis data yang secara inhern. Hasil penelitian menunjukan angka signifikan <0,001, maka data Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan penggunaan media sosial dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 1 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Menunjukan angka signifikan <0,001, maka data Ho ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil analisis hubungan penggunaan media sosial dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 1 Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Diharapkan responden mengurangi media sosial dan aktivitas fisik agar kualitas tidur baik</p>Palupi PalupiAris HartonoZaenal Abidin
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan
2026-01-312026-01-31191506910.56586/jk.v19i1.648HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN GAMBARAN DIRI PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK
http://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/jk/article/view/649
<p>Pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani terapi hemodialisis secara rutin dan jangka panjang menghadapi tantangan adaptasi terhadap perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang berdampak signifikan pada persepsi terhadap diri mereka sendiri atau gambaran diri. Sifat terapi yang invasif, rutin, dan berkelanjutan seumur hidup menuntut ketahanan psikologis yang tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi (lama) menjalani hemodialisis dengan gambaran diri pada pasien PGK di Rumah Sakit Sido Waras Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah responden sebanyak 21 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner gambaran diri, dan data dianalisis menggunakan uji korelasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (47,7%) telah menjalani hemodialisis lebih dari 24 bulan, dan sebagian besar (71,4%) memiliki gambaran diri yang negatif. Analisis deskriptif mengindikasikan adanya selisih persentase melebihi 10%, yang mengisyaratkan adanya hubungan signifikan antara variabel durasi hemodialisis dan gambaran diri pasien. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara lamanya terapi hemodialisis dengan perubahan gambaran diri pada pasien PGK, di mana semakin lama durasi terapi, kecenderungan mengalami gambaran diri negatif semakin meningkat. Perubahan tersebut didorong oleh faktor kompleks seperti kelelahan kronis, keterbatasan dalam aktivitas sosial, pembatasan asupan cairan yang ketat, serta perasaan ketergantungan pada mesin dialisis. Implikasinya, intervensi holistik yang tidak hanya berfokus pada aspek medis tetapi juga dukungan psikososial dan konseling gambaran diri sangat diperlukan sebagai bagian integral dari tata laksana pasien hemodialisis jangka panjang</p>Dewi Indah PeriwiRina WidiyawatiSiti Muthoharoh
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan
2026-01-312026-01-31191708410.56586/jk.v19i1.649